Jumat, 03 Februari 2017

BUDAYA KEBIASAAN SAAT INI

     Diri adalah seorang yang betul betul belum pernah mengetahui hal proyek pembangunan baik itu proyek pembangunan rumah tidak layak huni atau proyek hotel bertingkat juga proyek proyek swasta apa lagi proyek proyek pemerintah.
     Namun di tahun ini diri dengan anugrah Gusti Yang Maha Kaya harus ikut membantu keluarganya dimana keluarga diri dengan tanah kosongnya yang di pinggir jalan raya di sewa sebuah perusahaan perseroan.
     Untuk keluarga diri dengan nominal sewa tidak ada permasalahan,dan karena sepakat harus ada kompensasi kepada pihak orang orang yang menunjukan lokasi keluarga diri ( penunjuk/orang setempat) juga sepakat.
     Namun diri merasa jadi mengerti dengan orang sebagai penunjuk yang merasa berjasa dan meminta komisi itu,si A dan si B.
     Dengan alasan bisnis serta tidak ada saling terbuka dalam pembagian komisi ternyata si B yang merasa bagian dari komisi itu hanya alakadarnya menjadi marah,si A dengan bagian yang lebih besar merasa bahwa ini adalah jasa dirinya dan si A berhak harus mendapat bagian lebih besar,lucu......
     Dengan pembangunan gedungnya perusahaan yang menyewa tanah keluarga diri,ternyata diri ini juga harus ikut terlibat sebagai koordinator/mengatur penyuplai material bangunan,sebab kalau tidak diatur oleh diri,beberapa orang yang merasa menjadi tokoh,tokoh pemuda,tokoh lingkungan dan tokoh tokohan ingin mengirim barang barang material bangunannya.
     Diri pun membagi bagi dengan para tokoh tokohan itu,diharapkan tidak menjadikan kegaduhan dengan proyek gedung penyewa tersebut,sebab bila tidak di atur para tokoh tokohan itu akan dengan seram meminta dan memaksa kontraktor dan para pekerja yang membangun gedung penyewa tersebut uang dengan dalih sumbangan untuk kegiatan di lingkungan atau dengan tegas untuk kebutuhan pribadi para tokoh tokohan premanisme.
     Sungguh sangat memprihatinkan hanya karena uang,uang,uang kesucian nurani terkuburkan menjadi kebiasaan yang menjijikan.
      Dan tidak luput pula,di para pegawai pembangunan gedungnya pun dimana mereka sesungguhnya sudah sepakat sebagai tenaga yang dibayar kontraktor.
      Namun dengan segala alasan meminta nota bon kiriman material kosong walau tidak banyak.
      Sungguh memilukan.
      Diri pun tidak bisa menolak hanya karena alasan tidak terlalu banyak dan kasihan,padahal dengan jelas semua hal ini adalah kekeliruan dengan dalih sumbangan dan hanya karena uang,uang,uang.
      Inilah budaya yang Adi biasa dalam kekeliruan...
Sungguh memilukan.