Sabtu, 21 Januari 2017

AHAD,22 JANUARI 2017

     Tak ingin mengetahui dengan kegaduhan saat ini,namun tetap saja setiap hari informasi informasi baik yang menyenangkan juga yang menjengkelkan sampai juga kepikiran,karena memang disaat ini hanya dengan sebuah hp informasi dunia ini tersaji secepat kedipan mata.
     Diantara informasi informasi ini dari hari ke hari semua pada intinya hanyalah memperubutkan egoisme lahiriah,ada yang merasa kalau dirinya adalah seorang yang tidak patut di persalahkan walaupun nyatanya keliru.
      Ada diantaranya memvonis salah seorang atau kelompok lain sebagai mahluk yang tidak bermoral karena hanya dirinya dan golongannya saja yang berhak di sebut pemilik moral dengan bermodalkan aji mumpung berkuasa.
      Ada diantaranya yang mau di peralat oleh kelompok tertentu yang mempunyai ambisi hanya demi perut dan pergaulan.
     Juga ada yang berani bermuka ganda yang penting demi uang.
      Yang paling membingungkan adalah ada seseorang atau golongan yang menggadaikan nurani demi kehidupan lahiriah.
      Adapun yang mengkhabarkan kehidupan setelah kehidupan saat ini dianggap menebar kebencian dan memecah belah kebersamaan.
      Akibat dari kegaduhan dan carut marutnya saat ini,timbullah ke egoisan pribadi pribadi yang mengutamakan lahiriah,merasa diri paling pintar karena pendidikan dan jabatan,merasa paling setia dan tulen pengikut sang raja diraja,merasa paling benar karena dengan omongan yang berkoar koar paling murni menjalan kan perundang undangan padahal dengan perbuatan jauh lebih mengingkari.
      Dan pendapat jamaah,golongan besar dan kemarin juga dulu mereka jamaah ini tak pernah menambah aturan dan khaidah untuk menjalani hidup lahirianya,karena jamaah ini dalam kehidupan baik di alam lahiriah juga kehidupan nanti sudah di atur oleh dirinya dari kepercayaan ber Tuhan nya.
      Namun kini dianggap telah melakukan kesalahan dan dianggap terlarang.
      Ini semua karena hanya dinilai kehidupan ini dari sisi lahirahnya saja.
      Sungguh aneh dan membingungkan,padahal siapapun dirinya jika mau meluangkan sesaat untuk bercermin di hadapan kaca pribadinya,di sana akan ada nampak mana hitam mana putih,mana kiri mana kanan.
      Namun jika urusan lahiriah sudah membalut nuraninya,baik diri yang berpendidikan tinggi atau pandir tidak pernah sekolah,entah ia berpangkat dengan jabatan penguasa atau rakyat miskin jelata,jika nuraninya telah di balut hanya dengan urusan keperluan lahiriyah dan melupakan bathiniyah,maka akan gaduhlah suasananya.
       Hal ini kini sedang berlangsung terjadi dan terus bereaksi,ya sedang terlaksana di dunia.
       Lahiriahnya sedang berlangsung di sudut dunia belahan bagian kecil,dan nyatanya lebih gaduh di dunia maya.
       Hmmm......saat ini dunia berubah ingin menjadi kepentingan materialistis......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar