Minggu, 15 Januari 2017

DIRI RAKYAT JELATA

     Saat ini diri hidup di tahun 2017 dimana keseharian dalam menjalani kehidupan tak lepas dari kemodernan perlengkapan seperti komputer,tablet dan hp walau tak secanggih dan semahal para saudagar kaya raya dan para pelaku pejabat negara.
      Bagi sang diri rakyat jelata ini secara tak terasa terbawa situasi dan pikiran dengan khabar khabar entah itu berita yang menyenangkan atau isu yang membingungkan dan membuat pikiran tak mengenakan.
      Khabar khabar berita ini bagi diri rakyat jelata di dapat dalam keseharian lewat jejaring fb,G+,twitter,wa dan sejenisnya.........
      Padahal dulu di tahun 80 an dimana diri rakyat jelata ini yang tinggal di pinggiran pegunungan yang jauh dari keramaian,jalan raya belum ada,kendaraan roda empat masih sebatas pejabat camat yang bisa dilihat,pemakai kendaraan roda dua sejenis motor hanya mereka tetangga beberapa orang saja yang memiliki itupun tergolong juragan tanah di tempat tinggal diri rakyat jelata ini.
       Dan fasilitas penerangan pun dulu yang termewah adalah lampu petromak,itupun hanya di miliki oleh mereka keluarga Lurah dan para saudagar kampung.
       Pasilitas electronik saat itu di tempat tinggal rakyat jelata ini yang tergolong mewah adalah tv hitam putih berukuran 17 inci yang bisa di nyalakan menggunakan accu,radio caset dan transistor itu pun yang memiliki hanya mereka para keluarga Lurah dan saudagar kampung.
      Bagi diri ini rakyat jelata terasa suka jika bisa menumpang nonton siaran tv di balai desa atau di rumah saudagar kampung di hari minggu siang.
      Bertambahlah pengalaman dan pemikiran melalui sarana mewah elektronik tv hitam putih tentang khabar dunia dalam berita,siaran tinju ulangan dalam olah raga dan pengetahuan agama dalam mimbar agama.
     Dan jika kebetulan pulang ngaji sore setelah isya ada tetangga yang menyetel radio transistor dengan siaran wayang golek atau dongeng maka rakyat jelata ini mampir setengah jam untuk ikut mendengarkan.
      Selebihnya keseharian rakyat jelata ini di tahun 80 an dahulu hanya berjalan sesuai keadaan di pinggiran gunung yang jauh dari keramaian dan kemodernan,sisanya sebelum tidur selalu merenung sejenak,"akan kah kedepan terjadi perubahan seperti di tv hitam putih yang di lihatnya seminggu sekali,dan sungguhkah akan menjadikan nyaman.......?"

      Dan saat ini ternyata di tahun 2017 awal ini,segala khabar informasi baik suara,gambar,audio serba cepat,namun mengapa hal ini tidak menjadikan sejuk perasaan,seolah kehambaran terus membumbui segala informasi untuk mempengaruhi semua rakyat jelata yang tidak paham dengan segala cara dan sistem untuk mengadakan perubahan.
      Aneh....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar