Jumat, 03 Desember 2021

WAKTU

Duh diri nu bodo temenan
Bari teu daya teu upaya

Naha naon atuh eta waktu teh
Kumaha nyata na waktu ieu

Sabab nu tumiba ka diri 
Ka saha bae sing mahluk
Eta waktu tetep ngaangliputan

Waktu 
Nyata na bisa ngeunah 
Nyata bisa teu ngeunah

Waktu
Buktina bisa caang atawa poek

Waktu 
Karasa na bisa bungah atawa sedih

Waktu
Waktu 
Waktu

Na naon atuh waktu teh
Sakabeh mahluk teu bisa naklukeun
Kana eta nu ngaran waktu
Sabab.....

Kabeh ge bakal nepi kana akhir na
Beak dina waktu diri na
........duh waktu.....
 
Naon naon ge....
Sakabeh perkara ge
Ka tungkul ku waktu na

Duh 
Waktu

Senin, 14 September 2020

september hingga 15 tahun 2020

     Sejak awal bulan september tahun 2020 ini pikiran,Perasaan dan emosi yang mendorong semua kehidupan diri ini rasanya memang berat.
     Yang pertama pikiran diri ini cepat marah dan gampang tersinggung,jangankan sama orang lain dengan keluarga sendiri pun,dengan istri pun diri ini seolah ingin marah.
     Perasaan yang di rasa kan diri ini begitu tak karuan,cemburu,kesal,marah,benci dan segala hal rasa yang tidak enak menggerogoti hidup diri ini.
     Emosi yang diri ini tumpahkan hanya diam......
ya dengan diam tak ada ucap,tak ada laku tak ada apa apa ku telan sendiri dan ku simpan di dalam lautan rasa diri ini.....
     Biarkan orang di luar diri ini beranggapan seribu sangka an,namun diam nya diri ku hanyalah diri ini yang tahu.😠

Sabtu, 07 Juli 2018

Lihat Tweet @fadlizon: https://twitter.com/fadlizon/status/1015567682312155136?s=09
Lihat Tweet @fadlizon: https://twitter.com/fadlizon/status/1015473082658459648?s=09

Minggu, 11 Februari 2018

TERUCAP DENGAN KELUHAN

Saat ini tengah malam,waktu tertuju pada angka 01.28 wib.
Diriku yang sejak beberapa bulan ini terasa ada menderita dengan satu penyakit ringan dengan anggota badan,tapi sungguh menyiksa perasaan.
Kadang terasa demam,sesekali menjadikan susah tidur,atau membuat seluruh urat dan persendian terasa sedikit sakit.
Ya hanya karena bisul kecil di balik daun telinga....
Dan malam ini diriku berucap dengan do'a sebelum tidurku melalui keluhan dan ratapan,"Ya Alloh ya Robbiku,berikanlah tanda dan isyarah bagi diriku secepatnya atas izin dan redha Mu ya Robb,segerakanlah diri ini memiliki kekayaan dengan kunci kunci pembendaharaan dunia ini atas izin dan redha Mu ya Robb....amiin.

Jumat, 03 Februari 2017

BUDAYA KEBIASAAN SAAT INI

     Diri adalah seorang yang betul betul belum pernah mengetahui hal proyek pembangunan baik itu proyek pembangunan rumah tidak layak huni atau proyek hotel bertingkat juga proyek proyek swasta apa lagi proyek proyek pemerintah.
     Namun di tahun ini diri dengan anugrah Gusti Yang Maha Kaya harus ikut membantu keluarganya dimana keluarga diri dengan tanah kosongnya yang di pinggir jalan raya di sewa sebuah perusahaan perseroan.
     Untuk keluarga diri dengan nominal sewa tidak ada permasalahan,dan karena sepakat harus ada kompensasi kepada pihak orang orang yang menunjukan lokasi keluarga diri ( penunjuk/orang setempat) juga sepakat.
     Namun diri merasa jadi mengerti dengan orang sebagai penunjuk yang merasa berjasa dan meminta komisi itu,si A dan si B.
     Dengan alasan bisnis serta tidak ada saling terbuka dalam pembagian komisi ternyata si B yang merasa bagian dari komisi itu hanya alakadarnya menjadi marah,si A dengan bagian yang lebih besar merasa bahwa ini adalah jasa dirinya dan si A berhak harus mendapat bagian lebih besar,lucu......
     Dengan pembangunan gedungnya perusahaan yang menyewa tanah keluarga diri,ternyata diri ini juga harus ikut terlibat sebagai koordinator/mengatur penyuplai material bangunan,sebab kalau tidak diatur oleh diri,beberapa orang yang merasa menjadi tokoh,tokoh pemuda,tokoh lingkungan dan tokoh tokohan ingin mengirim barang barang material bangunannya.
     Diri pun membagi bagi dengan para tokoh tokohan itu,diharapkan tidak menjadikan kegaduhan dengan proyek gedung penyewa tersebut,sebab bila tidak di atur para tokoh tokohan itu akan dengan seram meminta dan memaksa kontraktor dan para pekerja yang membangun gedung penyewa tersebut uang dengan dalih sumbangan untuk kegiatan di lingkungan atau dengan tegas untuk kebutuhan pribadi para tokoh tokohan premanisme.
     Sungguh sangat memprihatinkan hanya karena uang,uang,uang kesucian nurani terkuburkan menjadi kebiasaan yang menjijikan.
      Dan tidak luput pula,di para pegawai pembangunan gedungnya pun dimana mereka sesungguhnya sudah sepakat sebagai tenaga yang dibayar kontraktor.
      Namun dengan segala alasan meminta nota bon kiriman material kosong walau tidak banyak.
      Sungguh memilukan.
      Diri pun tidak bisa menolak hanya karena alasan tidak terlalu banyak dan kasihan,padahal dengan jelas semua hal ini adalah kekeliruan dengan dalih sumbangan dan hanya karena uang,uang,uang.
      Inilah budaya yang Adi biasa dalam kekeliruan...
Sungguh memilukan.

Sabtu, 21 Januari 2017

AHAD,22 JANUARI 2017

     Tak ingin mengetahui dengan kegaduhan saat ini,namun tetap saja setiap hari informasi informasi baik yang menyenangkan juga yang menjengkelkan sampai juga kepikiran,karena memang disaat ini hanya dengan sebuah hp informasi dunia ini tersaji secepat kedipan mata.
     Diantara informasi informasi ini dari hari ke hari semua pada intinya hanyalah memperubutkan egoisme lahiriah,ada yang merasa kalau dirinya adalah seorang yang tidak patut di persalahkan walaupun nyatanya keliru.
      Ada diantaranya memvonis salah seorang atau kelompok lain sebagai mahluk yang tidak bermoral karena hanya dirinya dan golongannya saja yang berhak di sebut pemilik moral dengan bermodalkan aji mumpung berkuasa.
      Ada diantaranya yang mau di peralat oleh kelompok tertentu yang mempunyai ambisi hanya demi perut dan pergaulan.
     Juga ada yang berani bermuka ganda yang penting demi uang.
      Yang paling membingungkan adalah ada seseorang atau golongan yang menggadaikan nurani demi kehidupan lahiriah.
      Adapun yang mengkhabarkan kehidupan setelah kehidupan saat ini dianggap menebar kebencian dan memecah belah kebersamaan.
      Akibat dari kegaduhan dan carut marutnya saat ini,timbullah ke egoisan pribadi pribadi yang mengutamakan lahiriah,merasa diri paling pintar karena pendidikan dan jabatan,merasa paling setia dan tulen pengikut sang raja diraja,merasa paling benar karena dengan omongan yang berkoar koar paling murni menjalan kan perundang undangan padahal dengan perbuatan jauh lebih mengingkari.
      Dan pendapat jamaah,golongan besar dan kemarin juga dulu mereka jamaah ini tak pernah menambah aturan dan khaidah untuk menjalani hidup lahirianya,karena jamaah ini dalam kehidupan baik di alam lahiriah juga kehidupan nanti sudah di atur oleh dirinya dari kepercayaan ber Tuhan nya.
      Namun kini dianggap telah melakukan kesalahan dan dianggap terlarang.
      Ini semua karena hanya dinilai kehidupan ini dari sisi lahirahnya saja.
      Sungguh aneh dan membingungkan,padahal siapapun dirinya jika mau meluangkan sesaat untuk bercermin di hadapan kaca pribadinya,di sana akan ada nampak mana hitam mana putih,mana kiri mana kanan.
      Namun jika urusan lahiriah sudah membalut nuraninya,baik diri yang berpendidikan tinggi atau pandir tidak pernah sekolah,entah ia berpangkat dengan jabatan penguasa atau rakyat miskin jelata,jika nuraninya telah di balut hanya dengan urusan keperluan lahiriyah dan melupakan bathiniyah,maka akan gaduhlah suasananya.
       Hal ini kini sedang berlangsung terjadi dan terus bereaksi,ya sedang terlaksana di dunia.
       Lahiriahnya sedang berlangsung di sudut dunia belahan bagian kecil,dan nyatanya lebih gaduh di dunia maya.
       Hmmm......saat ini dunia berubah ingin menjadi kepentingan materialistis......