Rabu, 12 Oktober 2022

"Kepulauan India Kecil" (Indu Nesia), hingga kelak oleh Ki Hajar Dewantara mengukuhkan menjadi INDONESIA.

Kemaritiman Nusantara secara prinsip dilumpuhkan oleh Raden Patah (Jin Bun) dengan menguasai pusat galangan kapal terbesar se-Asia Tenggara yaitu DEMAK. Memutuskan hubungan antar pulau (jalur perahu) atau jalur ke luar pulo Jawa menjadi sangat efektif sehingga Ibu Kota Nusantara tidak bisa mendapat bantuan dari sekutunya (Thailand, Vietnam, Kamboja, dst) pun kesulitan bagi pasukan maritim Inggris Raya... (*boleh jadi itu sebabnya Singapura dan Malaysia diambil alih oleh Inggris sedangkan Nusantara pada waktu itu seolah-olah dilewati begitu saja)... atau karena Eropa sedang memasuki masa Renaissance (?). (*patut diingat, pada abad 17 kerajaan Inggris mengirim VOC dari India untuk membantu urusan perdagangan di bekas Kemaharajaan Nusantara).

Inggris sebagai 'pewaris' kejayaan negeri maritim Nusantara

Berdasarkan sejarah, bangsa Viking (bangsa Utara) merupakan leluhur bangsa-bangsa di Eropa dan di kemudian hari mereka bergabung dalam persatuan BRITANIA RAYA atau sering disebut UNITED KINGDOM yang dipimpin oleh Inggris. Di lain pihak sejak jaman awal hingga sebelum gempuran musuh masuk ke Nusantara, negara kita ini merupakan negara ADIDAYA yang menguasai Samudra di belahan Bumi bagian Selatan, itu sebabnya negeri kita disebut sebagai KEMAHARAJAAN MARITIM (RATU SAMODRA) dan bangsa Indonesia lebih akrab menyebutnya sebagai RATU LAUT KIDUL.

Begitulah kisah DUA KEMAHARAJAAN MARITIM YANG DULU MENGUASAI DUNIA...

Britania Raya hingga saat ini masih berdiri tegak dengan kemakmurannya, bahkan mata uang mereka berada pada posisi yang tinggi... ironis... di wilayah bekas
Pajajaran Nagara (Nusantara) ini kita masih sibuk dengan hal-hal kecil seperti "kesukuan, ras, keagamaan, keekonomian... dan sebagainya".... Apakah ini semua DAMPAK...??? atau sebenarnya SERANGAN ITU MASIH BERLANGSUNG namun dengan 'baju' yang berbeda...??? dan kita putra-putri pewaris Nusantara tidak menyadarinya.

*** jika paparan di atas ada yang tidak logis, dengan rendah hati saya mohon bantuan untuk mengkoreksinya... Hatur Nuhun... hal ini semata demi "KEMERDEKAAN & KEDAULATAN ATAS SEJARAH DAN ILMU PENGETAHUAN DI NEGERI SENDIRI...!"
Neda Hampura Sapapanjangna
Rahayu Salawasna
_/|\_ Hung Ahuuung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar